Skip to main content

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Di antara karakteristik yang mengokohkan kelebihan Islam dan membuat umat manusia sangat membutuhkan agama Islam adalah sebagai berikut: 1. Islam datang dari sisi Allah Subhanahu wa Taala dan sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang menjadi mashlahat (kebaikan) bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ “Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.” [Al-Mulk/67: 14] 2. Islam menjelaskan awal kejadian manusia dan akhir kehidupannya, serta tujuan ia diciptakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-...

CARA MEMBACA ISTI’ADZAH DAN BASMALAH


1.      Pengertian isti’adzah dan basmalah

Isti’adzah adalah Lapazh yang dimaksudkan untuk memohon pemeliharaan dan perlindungan Allah dari kejahatan setan. Lapazh Isti’adzah adalah :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Allah ta’ala perintahkan kita untuk membaca Isti’adzah sebelum membaca Al-

Qur’an :

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (Al-Qur’an. Qs. An-Nahl [16] : 98)

 

Basmalah adalah Lapazh yang dimaksudkan untuk menyebut nama Allah saat membaca Al-qur’an. Membaca basmalah pada setiap awal surat kecuali surat At-Taubah. Lapazh Basmalah :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

 

 

2.      Cara Membaca Isti’adzah Dan Basmalah di Awal Surat.

Membaca Isti’adzah Dan Basmalah di Awal Surat ada empat cara, yaitu :

a.      Qath’ul Jami’ 

Yaitu putus semua, maksudnya adalah membaca Isti’adzah, Basmalah dan Awal Surat secarah terpisah semuanya. Contohnya adalah :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

 

b.      Washlul jami’ 

Disambung semua, maksudnya adalah membaca Isti’adzah, Basmalah dan Awal Surat secarah bersambung semuanya. Contohnya adalah :

 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

 

c.       Washlul Isti’adzah bil Basmalah

Disambung Isti’adzah dengan Basmala, maksudnya adalah membaca Isti’adzah dan  Basmalah secara bersambung. Contohnya adalah :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

 

d.      Washlul Basmalah bis Surah

Disambung Basmalah dengan Awal Surat,  maksudnya adalah membaca Basmalah dan Awal Surat secarah bersambung. Contohnya adalah :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ  قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ



lihat vidio berikut ini :


Comments

POSTINGAN SIMANGUNSONG

SIFAT HURUF YANG MEMILKI LAWAN HAMS & JAHAR

                                                penjelasan lengkap lihat vidio di atas Sifat Huruf yaitu karakter yang selalu melekat pada suatu huruf. Semua huruf hijaiyah mempunyai sifat tersendiri yang bisa jadi sama atau berbeda dengan huruf lain, Sifat ini muncul setelah suatu huruf diucapkan secara tepat dari makhrojnya, keterangan sifat sebagai berikut ini : Hams  adalah samarnya suara pada pendengaran disebabkan terbukanya dua pita suara, dan tidak    adanya getaran pada keduanya, serta banyaknya udara yang mengalir ketika mengucapkan huruf.  hurufnya adalah :  فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ Jahr  adalah jelasnya suara pada pendengaran disebabkan tertutupnya dua pita suara, dan adanya getaran pada keduanya, serta tertahannya aliran nafas ketika huruf dibaca. hurufnya adalah :  عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِىْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ r...

Mad Far’i sukun ashlih mad lazim kalami mutsaqqal mad lazim kalami mukhaffaf mad lazim harfi mutsaqqal mad lazim harfi mukhaffaf

penjelasan lengkap lihat vidio di atas Mad Far'i yang bertemu dengan sukun adalah apabila mad tabi'i bertemu dengan sukun maka dibaca panjang    4, atau 5 harakat.  Mad Far'i yang bertemu dengan sukun terbagi menjadi 2 yaitu : sukun arid sukun ashlih sukun asli ini terbagi menjadi empat bagian : 1. mad lazim kalami mutsaqqal mad secara bahasa adalah panjang  lazim artinya pasti  mutsaqqal artinya berat kilmi berarti kata. mad lazim kalami mutsaqqal  apabila huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata maka dibaca panjang 6 harakat. Contoh : Surat Al-Fatihah Ayat 7 وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ Artinya, “dan tidak orang-orang yang sesat.” Huruf ha ( ضَّ ) beraharakat fathah bertemu dengan alif (ا) sukun dan bertemu dengan huruf lam ( لِّ ) yang bertasydid maka dibaca panjang 6 harakat. 2. mad lazim kalami mukhaffaf mad  secara bahasa adalah panjang  lazim  artinya pasti  mukhaffaf  artinya ringan kilmi ...

SOP KEPULANGAN SANTRI DI PESANTREN

  SOP KEPULANGAN SANTRI SOP kepulangan santri dibuat untuk memonitoring kepulangan santri, mulai dari santri keluar dari sekolah sampai kembali pulang ke sekolah, sebagai berikut :   1.      KEPULANGAN SANTRI HANYA 2 BULAN SEKALI DENGAN RINCIAN : a.        PULANG KE RUMAH HARI SABTU SORE b.       KEMBALI KEPONDOK AHAD SORE ( BAGI YG MELANGGAR DIHUKUM ) 2.    SANTRI WAJIB MELAPORAKAN KEMUSYRIF TERKAIT KEPULANGAN DAN MASUK KEMBALI KE PONDOK. 3.     SEBELUM PULANG SANTRI WAJIB DI TES BACAAN AL-QUR’AN OLEH KESISWAAN MINIMAL 1 ATAU 2 JUZ. 4.    SANTRI WAJIB MENULIS SURAT KELUAR PONDOK DAN BUKU INDUK KELUAR MASUK SANTRI DI PONDOK. 5.     MUSYRIF WAJIB MELAPORKAN SANTRI YANG BERADA DIPONDOK DAN PULANG SETIAP HARINYA. 6.   SANTRI YANG SAKIT MELAPOR KE MUSYRIF DAN MUSYRIF MELAPOR KE KESISWAAN UNTUK DITINDAK LANJUTI SEPERTI DIBERIKAN OBAT ATAU...

hukum idgham bilaghunnah

penjelasan lengkap lihat vidio di atas idgham bilaghunnah  yaitu meleburkan nun  sukun ( نْ ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ )   dengan huruf  ( ل – ر )  tanpa gunnah (dengung) yang dipanjangkan. Contoh  idgham bilaghunnah lihat vidio berikut ini : بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ اَلْقَارِعَةُۙ  مَا الْقَارِعَةُ ۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ  ۗ   يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ   فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ فَهُوَ فِيْ عِيْشَ ةٍ رَّ اضِيَةٍۗ   وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ  ۗ  وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ  نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ 1. Hari Kiamat, 2. Apakah hari Kiamat itu? 3. Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, 5. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. Maka adapun orang yang berat timbangan (ke...