Skip to main content

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Di antara karakteristik yang mengokohkan kelebihan Islam dan membuat umat manusia sangat membutuhkan agama Islam adalah sebagai berikut: 1. Islam datang dari sisi Allah Subhanahu wa Taala dan sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang menjadi mashlahat (kebaikan) bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ “Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.” [Al-Mulk/67: 14] 2. Islam menjelaskan awal kejadian manusia dan akhir kehidupannya, serta tujuan ia diciptakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-...

Matan nadzom Tuhfatul Athfal



nadzom Tuhfatul Athfal 


يَقُولُ رَاجِي رَحْمَةِ الْغَفُورِ # دَوْمًا سُلَيْمَانُ هُوَ الْجَمْزُورِي

Berkata orang yang selalu mengharap rahmat sang Maha Pengampun, yaitu Sulaiman Al Jamzury


الْـحَمْـدُ للهِ مُصَلِّيًا عَلَى # مُحَمَّدٍ وَآلهِ وَمَنْ تَلَا

Segala puji bagi Allah, Shalawat atas Muhammad beserta keluarga dan orang yang mengikutinya..


وَبَعْدُ هَذَا النَّظْمُ لِلْمُرِيدِ # فِي النُّونِ وَالتَّنْوِينِ وَالْـمُـدُودِ

Dan setelah itu, ini adalah syair untuk orang yang menginginkanp masalah nun, tanwin, dan mad-mad


سَمَّيْتُهُ بِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ # عَنْ شَيْخِنَا الْـمِيهِىِّ ذِي الْكَمَالِ

Aku beri nama  Tuhfatul Athfal, dari guru kami, Al Mihiy yang mempunyai kesempurnaan 


أَرْجُو بِهِ أَنْ يَنفَعَ الطُّلَّابَا # وَالْأَجْرَ وَالْقَبُولَ وَالثَّوَابَا

Aku berharap kitab ini memberi manfaat para pencari ilmu, balasan, diterima, dan pahala


لِلنُّونِ إِنْ تَسْكُنْ وَلِلتَّنْوِينِ # أَرْبَعُ أَحْكَامٍ فَخُذْ تَبْيِيْنِي

Nun jika mati dan tanwin memiliki empat hukum, maka perhatikanlah keteranganku


فَالأَوَّلُ الْإِظْهَارُ قَبْلَ أَحْرُفِ # لِلْحَلْقِ سِتٍّ رُتِّبَتْ فَلْتَعْرِفِ

Pertama adalah Idzhar sebelum enam huruf tenggorokan yang tersusun, maka ketahuilah.


هَمْزٌ فَهَاءٌ ثُمَّ عَيْنٌ حَاءُ # مُهْمَلَتَانِ ثُمَّ غَيْنٌ خَاءُ

Hamzah, Ha’, ‘Ain, Ha, Ghain, dan Kho


وَالثَّانِ إِدْغَامٌ بِسِتَّةٍ أَتَتْ # فِي يَرْمُلُونَ عِنْدَهُمْ قَدْ ثَبَتَتْ

Kedua adalah Idgham yang memiliki 6 huruf yang terkumpul dalam kata: ﻳﺮﻣﻠﻮﻥ 


لَكِنَّهَا قِسْمَانِ قِسْمٌ يُدْغَمَا # فِيهِ بِغُنَّةٍ بِـ:يَنْمُو عُلِمَا

Tetapi Idgham ada dua bagian, yang pertama dengan ghunnah, yang diketahui dalam kata ينمو


إِلَّا إِذَا كَانَا بِكِلْمَةٍ فَلاَ # تُدْغِمْ كـ:دُنْيَا ثُمَّ صِنْوَانٍ تَلَا

Kecuali jika dalam satu kalimat, maka jangan di idghomkan, seperti “ﺩﻧـﻴﺎ” dan “ﺻـﻨﻮﺍﻥ”


وَالثَّانِ إِدْغَامٌ بِغَيْرِ غُنَّهْ # فِي اللَّامِ وَالرَّا ثُمَّ كَرِّرَنَّهْ

Yang kedua adalah idgham bighairi ghunnah yaitu untuk huruf lam dan ra, lalu getarkanlah


وَالثَّالِثُ الْإِقْلَابُ عِنْدَ الْبَاءِ # مِيمًا بِغُنَّةٍ مَعَ الْإِخْفَاءِ

Ketiga adalah Iqlab yaitu ketika bertemu Ba, maka dibaca mim yang didengungkan serta disamarkan.


وَالرَّابِعُ الْإِخْفَاءُ عِندَ الْفَاضِلِ # مِنَ الْـحُـرُوفِ وَاجِبٌ لِلْفَاضِلِ

Keempat adalah Ikhfa yaitu untuk sisa huruf yang wajib bagi orang yang mulia


فِي خَمْسَةٍ مِنْ بَعْدِ عَشْـرٍ رَمْزُهَا # فِي كِلْمِ هَذَا البَيْتِ قَد ضَمَّنْتُهَا

di lima belas huruf, yang tadanya di kalimat-kalimat bait ini, yang telah aku susun:


Baca Juga:  Arbain Nawawi, Mukadimah, Hadits Pertama dan Terjemahnya

صِفْ ذَا ثَنَا كَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا # دُمْ طَيِّبـًا زِدْ فِي تُقًى ضَعْ ظَالِمَ

وَغُنَّ مِيمًا ثُمَّ نُونًا شُدِّدَا # وَسَمِّ كُـلاًّ حَرْفَ غُنَّةٍ بَدَا

Dengungkanlah mim dan nun yang bertasydid.. dan namakanlah kedua huruf tersebut dengan huruf ghunnah dan tampakkanlah


وَالْمِيمُ إِنْ تَسْكُنْ تَجِي قَبْلَ الْهِجَا # لاَ أَلِفٍ لَيِّنَةٍ لِذِي الْحِجَا

Jika Mim sukun itu terletak sebelum semua huruf hijaiyah selain alif layyinah (alif sukun) bagi orang yang berakal


أَحْكَامُهَا ثَلَاثَةٌ لِمَنْ ضَبَطْ # إِخْفَاءٌ نِادْغَامٌ وَإِظْهَارٌ فَقَطْ

Hukumnya ada tiga saja bagi yang menetapkannya.. yaitu Ikhfa, Idgham, dan Idzhar


فَالْأَوَّلُ الْإِخْفَاءُ قَبْلَ الْبَاءِ # وَسَمِّهِ الشَّفْوِيَّ لِلْقُرَّاءِ

Pertama, Ikhfa yaitu ketika huruf Ba (didahului mim sukun).. Ahli Qiroah menyebutnya Ikhfa Syafawy


وَالثَّانِ إِدْغَامٌ بِمِثْلِهَا أَتَى # وَسَمِّ إِدْغَامًا صَغِيرًا يَا فَتَى

Kedua, Idgham (dengan huruf yang sama yaitu bertemu mim juga) Namakanlah Idgham Shaghir (kecil) wahai pemuda..


وَالثَّالِثُ الْإِظْهَارُ فِي الْبَقِيَّهْ # مِنْ أَحْرُفٍ وَسَمِّهَا شَفْوِيَّهْ

Ketiga, Idzhar, pada huruf-huruf sisanya.. dan namakanlah Idzhar Syafawi


وَاحْذَرْ لَدَى وَاوٍ وَفَا أَنْ تَخْتَفِي # لِقُرْبِهَا وَالِاتِّحَادِ فَاعْرِفِ

Berhati-hatilah pada huruf Wa dan Fa karena kesamarannya (dengan ba).. karena kedekatan (fa) dan kesamaan makhraj (wa) maka kenalilah..


لِلَامِ أَلْ حَالَانِ قَبْلَ الْأَحْرُفِ # أُولَاهُمَا إِظْهَارُهَا فَلْيُعْرَفِ

Hukum lam sebelum huruf-huruf (hijaiyah selain alif) itu ada dua; pertama dibaca idzhar (jelas) lam nya maka kenalilah..


قَبْلَ ارْبَعٍ مَعْ عَشْـرَةٍ خُذْ عِلْمَهُ # مِنِ ابْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيمَهُ

keempat belas huruf yang dibaca jelas, maka ambillah ilmunya dari kalimat berikut:

ﺍﺑـﻎ ﺣﺠـﻚ ﻭﺧـﻒ ﻋﻘﻴـﻤـﻪ


ثَانِيهِمَا إِدْغَامُهَا فِي أَرْبَعِ # وَعَشْـرَةٍ أَيْضًا وَرَمْزَهَا فَعِ

Kedua, dibaca idgham yaitu melebur (lam nya tidak dibaca, tetapi langsung dibaca hurufnya) yang juga 14 huruf dengan rumus:


طِبْ ثُمَّ صِلْ رُحْمًا تَفُزْ ضِفْ ذَا نِعَمْ # دَعْ سُوءَ ظَنٍّ زُرْ شَرِيفـًا لِلْكَرَمْ

وَاللَّامَ الُاْولَى سَمِّهَا قَمْرِيَّهْ # وَاللَّامَ الُاْخْرَى سَمِّهَا شَمْسِيَّهْ

Lam pertama disebut alif lam qomariyyah.. Lam kedua disebut Alif lam Syamsiyyah


وَأَظْهِرَنَّ لاَمَ فِعْلٍ مُطْلَقََا # فِي نَحْوِ قُلْ نَعَمْ وَقُلْنَا وَالْتَقَى

Adapun lam fi’il semuanya secara mutlak dibaca jelas contohnya ﻗﻞ dan ﻗﻠـﻨﺎ dan ﺍﻟﺘﻘـﻰ


إِنْ فِي الصِّفَاتِ وَالْـمَخَـارِجِ اتَّفَقْ # حَرْفَانِ فَالْـمِثْلاَنِ فِيهِمَا أَحَـــــقّْ

Jika (pada dua huruf) Sifat dan Makhraj hurufnya sama, maka ia disebut Mitslain (Mutamatsilain)


وَإِنْ يَكُونَا مَخْرَجـًا تَقَارَبَا # وَفِي الصِّفَاتِ اخْتَلَفَا يُلَقَّبَا

Jika makhrajnya (berdekatan) dan Sifat hurufnya berbeda, maka ia disebut Mutaqoribain


مُتْقَارِبَيْنِ أَوْ يَكُونَا اتَّفَقَا # فِي مَخْرَجٍ دُونَ الصِّفَاتِ حُقِّقَا

Jika Makhrajnya sama, sifat huruf nya berbeda, maka ia disebut sebagai Mutajanisain


بـالْـمُتَجَـانِسَيْنِ ثُمَّ إِنْ سَكَنْ # أَوَّلُ كُلٍّ فَالصَّغِيرَ سَمِّيَنْ

Kemudian jika awal semua jenis ini (Mitslain, Mutaqaribain, Mutajanisain) hurufnya sukun, maka disebut dengan Shaghir.


أَوْ حُرِّكَ الْـحَـرْفَانِ فِي كُلٍّ فَقُلْ # كُلٌّ كَبِيرٌ وَافْهَمَنْهُ بِالْـمُثُـلْ

Dan jika kedua hurufnya berharokat pada semua jenis (Mitslain, Mutaqariain, Mutajanisain) maka disebut dengan Kabir dan fahamilah yang kabir itu dengan mengambil contoh (talaqqy)


 أَصْلِيٌّ وَفَرْعِيٌّ لَهُ # وَسَمِّ أَوَّلًا طَبِيعِيًّا وَهُو

Mad itu ada dua; Mad Ashly dan Mad Far’iy.. Mad Ashly disebut juga Mad Thabi’iy


مَا لَا تَوَقُّفٌ لَهُ عَلَى سَبَبْ # وَلَا بِدُونِهِ الْـحُـرُوفُ تُجْتَلَبْ

Mad Thabi’iy itu tidak tergantung kepada sebab dan tidak pula ketiadaan huruf yang didapat


بَلْ أَيُّ حَرْفٍ غَيْرُِ هَمْزٍ أَوْ سُكُونْ # جَا بَعْدَ مَدٍّ فَالطَّبِيعِيَّ يَكُونْ

Setiap huruf selain hamzah dan sukun yang datang setelah huruf mad (alif, waw, ya) maka ia adalah mad thabi’iy


وَالْآخَرُ الْفَرْعِيُّ مَوْقُوفٌ عَلَى # سَبَبْ كَـهَمْزٍ أَوْ سُكُونٍ مُسْجَلَا

Kedua Mad Far’iy yang terjadi karena adanya sebab seperti adanya hamzah atau sukun secara mutlak.


حُرُوفُهُ ثَلَاثَةٌ فَعِيهَا # مِنْ لَفْظِ وَايٍ وَهْيَ فِي نُوحِيهَا

Huruf mad ada tiga maka hafalkanlah.. dari lafaz “ﻭﺍﻯ” contohnya

ﻧﻮﺣـﻴـﻬﺎ


وَالكَسْـرُ قَبْلَ الْيَا وَقَبْلَ الْوَاوِ ضَمْ # شَرْطٌ وَفَتْحٌ قَبْلَ أَلْفٍ يُلْتَزَمْ

Syarat nya harus senantiasa ada kasroh sebelum ya, Dhammah sebelum waw, dan fathah sebelum alif


وَالْلَِينُ مِنْهَا الْيَا وَ وَاوٌ سُكِّنَا # إِنِ انْفِتَاحٌ قَبْلَ كُلٍّ أُعْلِنَا

Adapun Mad Layyin yaitu jika ada fathah sebelum huruf ya dan waw sukun


لِلْمَدِّ أَحْكَامٌ ثَلَاثَةٌ تَدُومْ # وَهْيَ الْوُجُوبُ وَالْـجَـوَازُ وَالُّلزُومْ

Hukum Mad selalu ada tiga, yaitu Mad Wajib, Mad Jaiz, dan Mad Lazim


فَوَاجِبٌ إِنْ جَاءَ هَمْزٌ بَعْدَ مَدّْ # فِي كِلْمَةٍ وَذَا بِـمُتَّصِلْ يُعَدّْ

Mad wajib terjadi jika ada hamzah setelah mad dalam satu kalimat yang bersambung (mad wajib muttashil)


وَجَائِزٌ مَدٌّ وَقَصْـرٌ إِنْ فُصِلْ # كُلٌّ بِكِلْمَةٍ وَهَذَا الْمُنْفَصِلْ

Mad Jaiz itu boleh dipanjangkan (seperti mad wajib muttashil) boleh pula dibaca pendek (seperti mad thabi’iy) yaitu jika (mad dan hamzah) masing-masing dalam kalimat terpisah dan ini disebut mad jaiz munfashil.


وَمِثْلُ ذَا إِنْ عَرَضَ السُّكُونُ # وَقْفًا كَـتَعْلَمُونَ  نَسْتَعِينُ

Contoh ini (mad munfashil yang boleh dibaca panjang atau pendek atau tawassuth/pertengahan) jika ada huruf yang disukunkan karena waqaf seperti ﺗﻌـﻠـﻤـﻮﻥ dan ﻧﺴـﺘﻌــﻴﻦ (Mad ‘Aridh Lissukun)


أَوْ قُدِّمَ الْـهَمْـزُ عَلَى الْـمَـدِّ وَذَا # بَدَلْ كَـآمَنُوا وَإِيمَانًا خُذَا

Jika Hamzah ada sebelum mad, maka ini adalah mad badal contohnya ﺁﻣـﻨﻮﺍ dan

ﺇﻳـﻤﺎﻧﺎ


وَلَازِمٌ إِنِ السُّكُونُ أُصِّلَا # وَصْلًا وَوَقْفًا بَعْدَ مَدٍّ طُوِّلَا

Jika sukun bersambung setelah mad baik secara washal atau waqaf maka ini adalah mad lazim


أَقْسَامُ لَازِمٍ لَدَيْهِمْ أَرْبَعَهْ # وَتِلْكَ كِلْمِيٌّ وَحَرْفِيٌّ مَعَهْ

Mad Lazim menurut ulama qiroah ada empat jenis yaitu mad lazim kilmiy dan mad lazim harfiy


كِلَاهُمَا مُخَفَّفٌ مُثَقَّلُ # فَهَذِهِ أَرْبَعَةٌ تُفَصَّلُ

Setiap dari keduanya (kilmy dan harfy) itu bisa mukhaffaf dan mutsaqqal maka ini adalah pembagian yang empat[4]


فَإِنْ بِكِلْمَةٍ سُكُونٌ اجْتَمَعْ # مَعْ حَرْفِ مَدٍّ فَهْوَ كِلْمِيٌّ وَقَعْ

jika sukun bersama huruf mad berkumpul dalam satu kata, maka terjadilah mad lazim kilmy


أَوْ فِي ثُلَاثِيِّ الْـحُـرُوفِ وُجِدَا # وَالْـمَـدُّ وَسْطُهُ فَحَرْفِيٌّ بَدَا

apabila dijumpai ada tiga huruf dan ditengahnya itu adalah mad maka itu merupakan mad lazim harfiy


كِلَاهُمَا مُثَقَّلٌ إِنْ أُدْغِمَا # مَخَفَّفٌ كُلٌّ إِذَا لَمْ يُدْغَمَا

Keduanya mutsaqqal jika di-idgham- kan dan mukhaffaf jika tidak di- idgham-kan


وَاللَّازِمُ الْـحَـرْفِيُّ أَوَّلَ السُّوَرْ # وُجُودُهُ وَفِي ثَمَانٍ انْحَصَـرْ

Mad Lazim harfiy ada di awal surat dan hurufnya terkumpul dalam delapan huruf


يَجْمَعُهَا حُرُوفُ كَمْ عَسَلْ نَقََصْ # وَعَيْنُ ذُو وَجْهَيْنِ والطُّولُ أَخَصّْ

Huruf ‘ain memiliki dua jalan (mad dan tawassuth) akan tetapi yang masyhur adalah memanjangkannya (mad).. Berkumpul huruf (mad lazim harfy) dalam kalimat ” ﻛﻢ ﻋﺴﻞ ﻧﻘﺺ”..


وَمَا سِوَى الحَرْفِ الثُّلَاثِيْ لاَ أَلِفْ # فَمَدُّهُ مَدًّا طَبِيعِيًّا أُلِفْ

Dan apa yang selain huruf (mad) yang tiga selain alif, maka mad nya disebut mad thabi’iy.


وَذَاكَ أَيْضـًا فِي فَوَاتِحِ السُّوَرْ # فِي لَفْظِ حَيٍّ طَاهِرٍ قَدِ انْحَصَـرْ

Begitupula pada ayat pembuka surat- surat Al Quran yang terkumpul dalam kalimat ” ﺣﻲ ﻃـﺎﻫﺮ “


وَيَجْمَعُ الْفَوَاتِحَ الْأَرْبَعْ عَشَـرْ # صِلْهُ سُحَيْرًا مَنْ قَطَعْكَ ذَا اشْتَهَرْ

Berkumpul ke-empat belas huruf pembuka surat dalam kalimat ” ﺻﻠﻪ ﺳﺤﻴﺮﺍ ﻣﻦ ﻗﻄﻌﻚ ﺫﺍ ﺍﺷـﺘﻬﺮ “


.وَتَمَّ ذَا النَّظْمُ بِحَمْدِ اللهِ # عَلَى تَمَامِهِ بِلَا تَنَاهِي

Telah selelasi nadzham ini dengan memuji nama Allah atas kesempurnaannya yang tak terbatas


أَبْيَاتُهُ نَدٌّ بَدَا لِذِي النُّهَى # تَارِيخُهَا بُشْرَى لِمَنْ يُتْقِنُهَا

Bait-baitnya tampak serasi bagi yang berakal… Tanggal pembuatan (kitab ini) adalah “menggembirakan bagi orang yang menguasainya”


ثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَبَدَا # عَلَى خِتَامِ الْأَنْبِيَاءِ أَحْمَدَا

Kemudian shlawat serta salam semoga selalu tercurah atas penutup para nabi, Muhammad


وَالْآلِ وَالصَّحْبِ وَكُلِّ تَابِعِ # وَكُلِّ قَارِئٍ وَكُلِّ سَامِعِ

Atas keluarga, sahabat, dan para pengikutnya dan setiap pembaca dan pendengar Al Quran


referensi :

kitab Matan nadzom Tuhfatul Athfal 


Penulis : Habibi simangunsong, S.Kom

Medan, 26 Juni 2023 

Comments

POSTINGAN SIMANGUNSONG

SIFAT HURUF YANG MEMILKI LAWAN HAMS & JAHAR

                                                penjelasan lengkap lihat vidio di atas Sifat Huruf yaitu karakter yang selalu melekat pada suatu huruf. Semua huruf hijaiyah mempunyai sifat tersendiri yang bisa jadi sama atau berbeda dengan huruf lain, Sifat ini muncul setelah suatu huruf diucapkan secara tepat dari makhrojnya, keterangan sifat sebagai berikut ini : Hams  adalah samarnya suara pada pendengaran disebabkan terbukanya dua pita suara, dan tidak    adanya getaran pada keduanya, serta banyaknya udara yang mengalir ketika mengucapkan huruf.  hurufnya adalah :  فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ Jahr  adalah jelasnya suara pada pendengaran disebabkan tertutupnya dua pita suara, dan adanya getaran pada keduanya, serta tertahannya aliran nafas ketika huruf dibaca. hurufnya adalah :  عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِىْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ r...

Mad Far’i sukun ashlih mad lazim kalami mutsaqqal mad lazim kalami mukhaffaf mad lazim harfi mutsaqqal mad lazim harfi mukhaffaf

penjelasan lengkap lihat vidio di atas Mad Far'i yang bertemu dengan sukun adalah apabila mad tabi'i bertemu dengan sukun maka dibaca panjang    4, atau 5 harakat.  Mad Far'i yang bertemu dengan sukun terbagi menjadi 2 yaitu : sukun arid sukun ashlih sukun asli ini terbagi menjadi empat bagian : 1. mad lazim kalami mutsaqqal mad secara bahasa adalah panjang  lazim artinya pasti  mutsaqqal artinya berat kilmi berarti kata. mad lazim kalami mutsaqqal  apabila huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata maka dibaca panjang 6 harakat. Contoh : Surat Al-Fatihah Ayat 7 وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ Artinya, “dan tidak orang-orang yang sesat.” Huruf ha ( ضَّ ) beraharakat fathah bertemu dengan alif (ا) sukun dan bertemu dengan huruf lam ( لِّ ) yang bertasydid maka dibaca panjang 6 harakat. 2. mad lazim kalami mukhaffaf mad  secara bahasa adalah panjang  lazim  artinya pasti  mukhaffaf  artinya ringan kilmi ...

SOP KEPULANGAN SANTRI DI PESANTREN

  SOP KEPULANGAN SANTRI SOP kepulangan santri dibuat untuk memonitoring kepulangan santri, mulai dari santri keluar dari sekolah sampai kembali pulang ke sekolah, sebagai berikut :   1.      KEPULANGAN SANTRI HANYA 2 BULAN SEKALI DENGAN RINCIAN : a.        PULANG KE RUMAH HARI SABTU SORE b.       KEMBALI KEPONDOK AHAD SORE ( BAGI YG MELANGGAR DIHUKUM ) 2.    SANTRI WAJIB MELAPORAKAN KEMUSYRIF TERKAIT KEPULANGAN DAN MASUK KEMBALI KE PONDOK. 3.     SEBELUM PULANG SANTRI WAJIB DI TES BACAAN AL-QUR’AN OLEH KESISWAAN MINIMAL 1 ATAU 2 JUZ. 4.    SANTRI WAJIB MENULIS SURAT KELUAR PONDOK DAN BUKU INDUK KELUAR MASUK SANTRI DI PONDOK. 5.     MUSYRIF WAJIB MELAPORKAN SANTRI YANG BERADA DIPONDOK DAN PULANG SETIAP HARINYA. 6.   SANTRI YANG SAKIT MELAPOR KE MUSYRIF DAN MUSYRIF MELAPOR KE KESISWAAN UNTUK DITINDAK LANJUTI SEPERTI DIBERIKAN OBAT ATAU...

hukum idgham bilaghunnah

penjelasan lengkap lihat vidio di atas idgham bilaghunnah  yaitu meleburkan nun  sukun ( نْ ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ )   dengan huruf  ( ل – ر )  tanpa gunnah (dengung) yang dipanjangkan. Contoh  idgham bilaghunnah lihat vidio berikut ini : بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ اَلْقَارِعَةُۙ  مَا الْقَارِعَةُ ۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ  ۗ   يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ   فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ فَهُوَ فِيْ عِيْشَ ةٍ رَّ اضِيَةٍۗ   وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ  ۗ  وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ  نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ 1. Hari Kiamat, 2. Apakah hari Kiamat itu? 3. Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, 5. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. Maka adapun orang yang berat timbangan (ke...